Myspace Graphics, MySpace Glitter Graphics, MySpace Glitters, MySpace Goodies, Myspace Codes at www.MyGlitterSpace.com

Friday, 27 August 2010

SPIDERGIRL

Hi Friends…

Sebelumnya makasih atas kesediaannya mau baca buku Spidergirl ini ditengah kesibukan teman-teman yang cukup padat (like a superstar aja).

Spidergirl sendiri emang terinspirasi dari cerita Spiderman. Tapi nggak sama persis koq.

Spidergirl dibuat lebih kocak dan konyol. Pokoknya lebih lucu aja bahkan rada berlebihan.

Tapi sekali lagi, itu cuma buat lucu-lucuan aja. Supaya bisa menghibur dan bikin orang-orang ketawa.

Yaa…mungkin itu aja.

Sebelum baca cerita, kita kenalan dulu ya sama tokoh-tokoh penting di cerita ini.


Selamat Membaca,




Gigitan Kecil yang Merubah Segalanya


Patricia Parkle. Gadis berusia 16 tahun itu dulunya hanya seorang gadis biasa. Dia tinggal seorang diri di tengah keramaian kota New York. Britney, kucing blasteran Persia yang dulu sempat di “mix” dengan kucing lokal Asia Tenggara, menjadi satu-satunya sahabat setia yang selalu membangunkannya setiap pagi. Patricia sangat menyayangi kucing berbulu putih itu. Bahkan dia selalu mengutamakan membeli makanan kucing daripada untuk makanannya sendiri. Tak heran jika sekarang bobot Britney mencapai 14 pon (7 kg). Mr. Parkle dan Mrs. Parkle adalah kedua orang tua yang sibuk. Mereka sibuk dengan bisnisnya dan sering melupakan Patricia, anak mereka satu-satunya. Bahkan tidak jarang mereka lupa untuk memberikan tunjangan bulanan kepada Petsy (panggilan kesayangan untuk Patricia), sehingga Petsy harus mencari pekerjaan serabutan, seperti menjadi baby sitter, tukang cuci, tukang cukur, cleaning service, waitress, office girl, sampai jadi stuntwoman.
Tetapi sejak malam itu, hidup Petsy jadi berubah drastis. Sejak pasokan bahan bakar minyak dunia dikabarkan mulai menipis, hampir seluruh perusahaan pembangkit listrik di dunia sepakat untuk menghemat pemakaian listrik dengan jalan mematikan aliran listrik di setiap distrik secara bergilir sesuai dengan schedule yang telah ditentukan. Ketika itu, daerah sekitar tempat tinggal Patricia sedang mendapat giliran mati lampu. Malam itu, Petsy hanya bertemankan cahaya lilin redup yang diletakkannya di sisi meja belajarnya. Britney yang phobia dengan gelap selalu tidur lebih awal jika lampu dipadamkan. Untuk mengusir kesepiannya, Petsy menyalakan laptopnya (baterei laptopnya udah dicash makanya bisa nyala. Jadi jangan heran, ya). Dia menyelesaikan tugas membuat laporan tentang serangga dari Mr.Brandy, gurunya. Ketika dia sedang asik mengetik, suddenly, there’s something yang mengganggunya. Sesuatu itu mula-mula berjalan di lehernya kemudian entah bagaimana caranya “sesuatu” itu berpindah ke pergelangan tangannya.
PLAAKKK
“Iih, dasar nyamuk nggak tahu sopan-santun! Bikin gatel aja. Kalo ngefans sama aku, bilang donk. Nggak usah pake gigit segala.” kata Patricia setelah melakukan pembunuhan sadis terhadap makhluk kecil yang disangkanya adalah seekor nyamuk.
Jam dinding bergambar pasangan pengantin babi Monokoro-boo dengan babi ngepet yang tergantung di dinding kamar Petsy menunjukkan pukul 10.00 pm. Listrik di sekitar daerah tempat tinggal Petsy sudah dinyalakan lagi. Setelah kegelapan berganti dengan terang, Petsy pun segera menarik selimut dan tertidur.
Malam itu cuaca berangin. Hujan turun dengan lebat. Cicak-cicak di dinding diam-diam merayap dan bersembunyi di setiap celah ketika mendengar suara petir yang menggelegar. Sementara, apa yang terjadi dengan Petsy malam itu? Tiba-tiba saja sekujur tubuhnya terserang demam tinggi yang diperkirakan sampai 50o C. Tubuhnya juga kejang-kejang, bahkan berteriak saja dia tak mampu. Lalu, apa yang dilakukan satu-satunya penghuni rumah selain Petsy saat itu? Yap, disaat majikannya sedang membutuhkan bantuannya, Britney malah enak-enakan tidur dan bermimpi menjadi cat princess yang diperebutkan kucing-kucing jantan lainnya dari berbagai negara. Sungguh mimpi yang indah dan terlalu memaksa. Sebenarnya kita tidak bisa menyalahkan Britney, secara dia cuma kucing. Petsy pun berusaha menahan sakit yang ia rasakan. Dia berjuang sendiri, hingga pada akhirnya suhu tubuhnya kembali normal dan tidak kejang-kejang lagi. Setelah semua penderitaan itu berakhir, dia pun kembali tertidur.
Dalam tidurnya, Petsy bermimpi bertemu dengan seorang kakek beristri lima. Kakek itu mengatakan sesuatu kepada Petsy.
“Hohohohohoho…… Ingat Nak, kekuatan hebat akan membawa tanggung jawab yang besar untukmu.” kata Si Kakek sambil memegang dan mengelus-elus janggut putihnya.
“What do you mean?” tanya Patricia, bingung.
“Want to knowwwww……….aja. Ya udah dech kalo gitu. Naik komedi puter bareng jablai, see you later and bye bye….”
Si Kakek tiba-tiba saja menghilang. Dicari di sudut manapun, kakek itu tetap tak ada. Dan…..berakhirlah mimpi aneh itu.
Petsy terbangun dari tidurnya ketika jempol kakinya terasa basah. Begitulah setiap harinya, Petsy yang susah dibangunkan dari tidurnya itu, cuma bisa sadar jika kucing blasterannya, Si Britney menjilat-jilat jempol kakinya yang belum tentu juga wangi. Ckckckckckck, dasar kucing. Mau aja disuruh jilatin jempol kaki.
“Udah donk, Brit. Petsy udah bangun ni!” katanya sembari menggendong kucing kesayangan itu dan menimang-nimang kucing itu.
Ketika Petsy menimang Britney, dia merasakan sesuatu yang aneh. Britney terasa lebih ringan. Apa berat badannya menurun. Tetapi belakang ini, Britney baik-baik saja. Atau…..
Setelah sarapan pagi, Petsy langsung bergegas pergi ke sekolahnya. Hampir saja dia ketinggalan bus seperti biasanya. Tapi hari ini, dia berhasil mengejar bus itu. Larinya menjadi lebih cepat dari biasanya. Semua itu membuatnya benar-benar bingung.
Keanehan lain terjadi lagi di sekolah. Sebelumnya dokter telah memvoniskan bahwa Petsy menderita rabun jauh, sehingga dia memerlukan bantuan kacamata agar bisa membantu aktivitas belajar (maklumlah, kutu buku abis). Namun kali ini, kacamata itu justru membuat pandangannya menjadi kabur. Apa minusnya nambah ya? Tetapi setelah kacamata itu dilepaskannya, dia justru dapat melihat dengan jelas.
Petsy menjadi panik. Diapun segera minta ijin untuk pulang ke rumah dengan alasan sakit. Buat Petsy, ijin pulang ke rumah ketika pelajaran sedang berlangsung itu sudah biasa. Ketika sedang bosan dengan pelajaran atau dengan pengajarnya, diapun akan meminta ijin pulang ke rumah dengan menggunakan sejuta alasan yang nggak ada matinya.
“Mrs. Thomson, kepala saya pusing. Saya mau minta ijin pulang.” kata Patricia dengan didukung kemampuan akting yang tak perlu diragukan lagi. Sungguh natural!
Patricia pun diijinkan pulang. Di perjalanan pulang, dia menemukan kejadian aneh lagi. Kali ini, kedua telapak tangan dan kakinya tiba-tiba mengeluarkan duri-duri kecil. Ketika ia meletakkan kedua tangannya di dinding sebuah bangunan tua, tangan itu seolah menempel dengan kuat dan kokoh. Dia mencoba untuk memanjat dinding itu, dan dia berhasil.
Dia memanjat dari dinding satu ke dinding yang lain. Sampai akhirnya dia tiba di rumahnya. Dia cepat-cepat masuk ke kamarnya, ketika dia tahu dari tangannya bisa keluar benang-benang halus seperti jaring laba-laba namun warnanya tidak putih melainkan merah jambu alias Pinky bho!
SSHYAT SHYIT SHYUT
Dia melatih tangannya agar bisa menggunakan kekuatan barunya itu dengan benar. Karena keasikan dan keterusan pula, kondisi kamar Petsy jadi berantakan. Disana-sini banyak jaring laba-laba berwarna pink.
“Darimana ya semua kekuatan ini? Ah, bodo amet!” katanya pada dirinya sendiri. Tiba-tiba matanya menuju ke lantai dan dilihatnya segerombolan semut sedang mengepung mangsanya yang sudah terkujur kaku. Ternyata yang dikepung semut-semut itu adalah jasad seekor laba-laba berukuran seperti jempol kaki pemain sepak bola.
“Jangan-jangan…..yang tadi malam itu….. Bekas gigitan ini….. Laba-laba ini yang tadi malam gigit aku! Berarti yang semalam aku tabok itu……. Maha Guru! Iya, ini pasti Maha Guru yang udah nurunin semua ilmunya ke aku, makanya aku jadi punya kekuatan ini. Ya ampun, Maha Guru dikepung semut?!” Petsy buru-buru mengusir gerombolan semut itu. Tapi semua sudah terlambat. Mr. Laba-laba telah tiada. Petsy pun menguburkan laba-laba malang itu di halaman belakang rumahnya.
“Please, forgive me Mr. Laba-laba! Semoga kamu tenang di alam sana. Dan……..plissssssss banget, jangan hantuin aku ya! Aku kan nggak sengaja malam itu.” Petsy benar-benar menyesali perbuatannya. Dia jongkok di depan makam mungil milik Mr. Laba-laba sambil berkata-kata tidak jelas. Britney memperhatikan majikannya itu dari balik pintu.
“Miew…miew…mieuw…”(terjemahan : Dasar manusia aneh). Ternyata seekor kucing juga bisa bingung melihat tingkah laku majikannya yang aneh.
Selesai dengan ritual minta maafnya, Petsy pun segera masuk ke kamarnya dan membenahi ruangan yang berantakan seperti kapal pecah. Tidak lupa, dia memberikan semangkuk besar sereal kucing untuk Britney yang dari tadi tidak henti-hentinya mengeong karena kelaparan. Kucing yang satu ini memang mudah sekali merasakan lapar, apalagi jika sedang musim dingin atau salju, dia bisa makan sampai tujuh kali dalam sehari.


TO BE CONTINUED..

No comments:

Post a Comment