Thursday, 20 October 2011
"Love Story" Boleh Kasih Judul Apa Aja
Kisah ini terinspirasi dari berbagai macam hal. Dari kisah nyata, dari lirik lagu, dari cerita-cerita di tv, dari dongeng-dongeng masa kecil dan darimana pun itu diracik sehingga menjadi satu cerita yang tak biasa.
Walaupun salah satu inspirasinya dari kisah nyata (yahh, walaupun nggak tahu kisah nyatanya siapa) tapi cerita ini tetaplah cerita fiktif yang mungkin siapa saja pernah mengalaminya ataupun tidak. Semua itu terjadi begitu saja tanpa direkayasa atau dibuat-buat.
Awal kisah dari sebuah lirik lagu
Coz we were both young when I first saw you…
Rega terbangun mimpi anehnya. Dia langsung meloncat dari tempat tidur, yah sebenarnya tidak meloncat seperti itu juga, cuma sedikit di dramatis aja.^^
Dia membongkar isi laci lemari pakaiannya. Mencari-cari sesuatu. Dan akhirnya dia menemukannya.
Sebuah foto masa lalu…
“Ini dia! Ternyata masih ada.” ucapnya sambil memandangi foto itu.
Foto itu adalah foto masa kecilnya dengan teman-temannya. Waktu itu mereka (Rega dan 3 orang temannya) baru duduk di kelas 1 SMP. Tapi itu bukan foto mereka dengan seragam sekolahnya. Fotonya diambil di depan rumah Rega, sore hari, tanggalnya tidak tertulis, dan Rega ingat foto itu diambil sehabis mereka jalan sore-sore dengan sepedanya masing-masing. Kalo jaman sekarang mungkin udah jarang ditemukan anak-anak seusianya dulu main sepeda. Anak-anak jaman sekarang bawaannya motor atau bahkan mobil dan mungkin dengan semakin majunya peradaban di dunia ini, sekitar 10 tahun kedepan pesawat mungkin bisa jadi pilihan berikutnya. Yaaah… jalan sore-sore keliling komplek pake pesawat. Luar biasa….. pasti heboh yang liat.
Well, kembali ke foto!
Sebenarnya bukan foto itu yang spesial, tapi kejadian setelah foto itu diambillah yang spesialnya.
Naomi.
Nama gadis itu Naomi. Rega’s first Love. Mungkin itu yang dibilang cinta monyet. Yahh,, Rega saat itu berumur 12 tahun dan dia jatuh cinta dengan gadis kelas 5 SD. Mungkin bukan jatuh cinta kali ya, tapi suka. Anak sekecil itu dan di masa itu mungkin belum begitu mengerti cinta.
“Naomi, salam dari Rega!” kata Bombom, salah satu teman Rega.
Kata-kata barusan pasti tidak asing lagi kan didengar. Tahu ndri kan, maksudnya apa. Ok, kembali lagi ke ceritanya.
Naomi yang saat itu juga sedang bermain dengan teman-temannya tidak begitu menanggapi kata-kata Bombom. Sementara Rega, dia salah tingkah.
“Apa sih Bombom ni?!” kata Rega.
Naomi sempat melirik ke arah mereka, tapi mungkin karena faktor usia kali ya, Naomi berlalu begitu saja dan bermain lagi dengan teman-temannya.
Begitulah cerita dari foto itu. Rega yang sekarang udah dewasa, senyum-senyum sendiri mengingat kejadian masa kecilnya dulu.
Lalu kenapa tiba-tiba dia teringat dengan foto itu?
Jadi, itu karena dia baru saja mimpi bertemu gadis itu, Naomi.
Kejadian itu sudah sekitar 11 tahun yang lalu. Sudah lama sekali. Bahkan sekarang Rega sudah tidak pernah bertemu Naomi lagi. Walaupun mereka tinggal di kota yang sama. Tapi keadaan sudah memisahkan mereka.
Ironisnya, sampai saat ini Naomi tidak pernah tahu bagaimana perasaan Rega padanya. Atau sebenarnya Naomi pura-pura tidak tahu ya? Entahlah. They were both young saat itu.
“Kenapa tiba-tiba mimpiin dia ya?” Rega ngomong sendiri.
****
Seperti biasa, hampir setiap hari Rega punya kewajiban jemputin pacarnya di kampusnya. Jadi abis pulang kantor, Rega langsung bergegas jemputin Olive.
Sudah hampir 5 tahun Rega dan Olive pacaran. Lama banget ya, lumyan lah. Rega ketemu Olive di sekolahnya waktu itu, mereka satu sekolah. Dan mungkin karena faktor usia juga saat itu, makanya mereka bisa jadian. Kan udah gede.
Tapi Rega nggak akan pernah lupa dengan Naomi.
Diperjalanan. Tiba-tiba hp Rega berdering. 1 SMS masuk. Isinya begini ni.
Yang, nggak usah jemput ya hari ni.
Aku pulang bareng Tita, mau ngerjain tugas kampus. Ok. Love you, muach muach.
Agak lebay nggak SMSnya?! Yah, terserah deh mau menilai seperti apa, tapi begitulah ceritanya.
Rega pun membalas dengan pesan singkat yang nggak kalah lebaynya.
Ok, sayang. Love you too. Muach muach muaaach.
Koq lama-lama jadi menjijaikan ya?!
Ok, get over it!
Berhubung udah terlanjur jalan, dan perut juga lapar. Akhirnya Rega memutuskan untuk singgah dulu di warung makan buat ngisi perut. Ya iyalah ngisi perut masa ngisi bensin.
Warung makannya penuh banget saat itu. Soalnya emang pas jamnya orang-orang pada makan siang. Karena udah lapar banget, Rega nekat aja pesan makan, bodo amet deh mau duduk dimana entar, pikirnya saat itu. Yang penting makan!
Sepiring nasi plus lauk pauknya udah ada di tangan. Rega sekarang celingak-celinguk nyari tempat duduk. Si pelayan warung yang melihat kebingungan Rega menghampiri pria itu.
“Mas, duduk disini aja.” Kata si pelayan sambil menyodorkan kursi.
Rega sedikit ragu soalnya, emang sih disitu ada kursi kosong tapi seperti mejanya udah dipesan sama orang. Emang ada dua orang cewek lagi makan di meja itu. 1 meja yang kursinya empat. Seharusnya dua cewek itu duduk di meja yang kursinya 2 aja, jadi nggak boros tempat, begitu gerutunya dalam hati.
“Nggak apa-apa ya, mbak. Soalnya meja yang lain udah penuh.” kata si pelayan lagi, minta ijin sama si empunya meja.
“Oh, iya nggak apa-apa. Duduk disini aja.” kata cewek itu.
Ya udahlah, akhirnya Rega duduk disana. Daripada makan sambil berdiri. Lagian, kelihatannya kedua cewek itu hampir selesai juga makannya.
“Rega ya?” kata temennya cewek yang ngijinin Rega duduk tadi.
“Iya, koq tahu?”
Rega, cukup kaget. Dia nggak nyangka, dia terkenal juga. Ternyata pesonanya tidak diragukan lagi dikalangan para wanita.
Apaan sih Si Rega, please dech?!
Tapi Rega penasaran, koq cewek itu bisa kenal sama dia. So, dia liat baik-baik lagi dan…..
“Naomi? Kamu Naomi, ya?”
“Iya, masih ingat kan?”
“Ingat, iya, aku ingat.”
Iya, Rega emang ingat banget, soalnya tadi malam Naomi ada dalam mimpinya. Tapi Naomi kecil, bukan Naomi yang sekarang. Naomi yang sudah dewasa, cerdas dan tetap manis seperti dulu.
Begitulah singkat ceritanya. Akhirnya mereka bertemu kembali. Sayangnya keadaan udah berubah. Rega udah nggak sendiri lagi seperti dulu. Dia udah ada Olive. Rega sayang banget sama Olive, begitu juga Olive. Tapi, tetap saja setiap dekat Naomi, Rega salah tingkah.
Mereka memang berteman setelah pertemuan itu. Walau tidak sering ketemu, tapi mereka tetap berhubungan lewat telpon. Lebih tepatnya lagi pake handphone. Tukaran email, fb, and twitter. Berteman seperti biasa.
Mei, 2011.
Naomi bertemu dengan Rega. Mereka janjian makan siang. Sambil makan, Naomi bercerita sesuatu. Cerita tentang cinta. Love story. Kisah seorang anak kecil yang pertama kalinya jatuh cinta dengan seorang gadis tapi dia tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Bahkan hingga dia dewasa. Padahal si gadis itu tahu, dan dia sudah lama menunggu anak laki-laki itu untuk jujur padanya.
Rega bagai disambar gledek saat mendengar cerita Naomi. Apa Naomi tahu sesuatu?
“Gitu deh ceritanya. Kamu tahu nggak apa yang bisa diambil dari cerita itu?” tanya Naomi.
“Apaan?” Rega nggak ngerti dan balik nanya. Tampangnya masih kemerahan saat itu.
“Jadi, kalau misalnya kamu suka atau jatuh cinta sama seseorang, kamu harus ngungkapinnya. Nggak usah takut ditolak. Belum tentu juga kan ditolak. Bisa aja, justru cewek itu nungguin kamu tembak. Kan, dia pasti mikir, nggak mungkin dia yang duluan ngomong. Intinya cowok itu nggak boleh takut, dan dia harus jujur sama perasaannya.” begitulah kata Naomi.
Speechless. Rega nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Kayaknya Naomi emang bener-bener tahu sesuatu.
“Oiya, kayaknya hari ini pertemuan terakhir kita, Ga.” kata Naomi lagi, tiba-tiba.
“Loh, kenapa?” tanya Rega.
“Besok aku pindah. Nggak tinggal disini lagi.” kata Naomi.
“Emang mau pindah kemana?” tanya Rega.
“Kemana aja boleh, kan udah gede.” jawab Naomi sambil tersenyum.
Rega membujuk Naomi untuk memberitahunya kemana Naomi akan pergi. Dan ternyata jauh banget. Naomi pergi ke eropa, London.
“Aku senang bisa berteman sama kamu. Dari kecil sebenernya aku pengen banget bisa temenan sama kamu. Tapi waktu itu aku masih kecil, jadi masih malu-malu.” kata Naomi
“Ooh, jadi kalo sekarang udah nggak malu lagi.” goda Rega.
“Enggak. emangnya kamu, dari dulu sampai sekarang masih aja malu-malu. Makanya jangan pernah takut buat ngomong. Yang jujur donk.”
GLEEK
Bener kan, kayaknya Naomi tahu.
****
Sebulan kemudian, Naomi mendapat email dari Rega. Dan inilah email balasan untuk Rega dari Naomi.
Juni, 2011
Dari Naomi buat Rega
aku nggak pernah tahu kalau kamu pernah suka aku.
tapi, makasih ya, udah jujur. It’s so sweet. Hahahaha
Asal kamu tahu aja, cerita yang waktu itu sebenernya aku karang sendiri.^^
Thank you, Rega. I’ll always remember you.
****
Oktober, 2011
by Naomi
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment