Myspace Graphics, MySpace Glitter Graphics, MySpace Glitters, MySpace Goodies, Myspace Codes at www.MyGlitterSpace.com

Sunday, 6 March 2011

British Lova

This’s a true love story that ever occurred to my friend. But, penulis nggak bisa nyebutin namanya. It’s secret, you know! So, kita pake nama samaran aja. Kisahnya sendiri udah dimodifikasi, diramu, and diracik dengan sedemikian rupa sehingga menjadi lebih menarik and more dramatic than the real story but, tidak mengubah inti cerita sebenarnya. Setting ceritanya di Inggris, so, disarankan kepada para pembaca untuk membaca cerita ini dengan dialeg Inggris. Biar lebih berasa dan ada gregetnya gitu.




Widney Stiff adalah sulung dari dua bersaudara. Dia lahir pada tahun 1990 hari Rabu, di kota Sidney, Australia. Oleh sebab itu, kedua orang tuanya menamainya Widney, singkatan dari Wednesday, Sidney. Widney tumbuh menjadi gadis yang cantik dan periang. Dia punya banyak teman dan disukai setiap orang. Yah, perkenalan cukup sampai disini saja. Kita langsung ke inti dari ceritanya. Kisahnya dimulai ketika Widney berusia 16 tahun. Berikut kisah nyatanya.

Tahun 2006 silam keluarga Tn. Stiff baru saja menempati rumah baru mereka. Dapat dikatakan mereka baru saja pindah rumah. Mereka menempati sebuah rumah di kawasan perumahan di pinggiran kota Manchester, Inggris. Dari sinilah kisahnya dimulai.
Sebagai warga baru, tentu saja Widney masih belum tahu betul dengan tetangga-tetangga disekitarnya. But, walaupun masih banyak yang nggak dikenalnya, warga- warga disana menyambut dengan hangat kedatangan keluarga itu. Wait-wait, kayaknya nggak enak dech kalo pake kata “warga-warga”, gimana kalo kita pake kata “townspeople”, lebih british kan kedengarannya. Ok, lanjut. Semua townspeople disana ramah dan bersahabat.
Ditempat barunya itu, Widney dipanggil townspeople sekitar dengan sebutan ”Minoki”. Nama itu seperti nama gadis Jepang yang dulunya pernah tinggal di komplek perumahan itu, tapi sekarang udah pindah. Gaya rambut Widney yang J-style abis (Japanesse Style) membuat townspeople disana jadi teringat dengan Minoki. So, Widney pun dikenal dengan nama “Minoki”, walaupun sebenarnya dia nggak ada darah Jepang sama sekali. Widney sich nyantai aja dengan nama barunya itu.
One day, when she came home, she found something. Jadi, maksudnya, ketika Widney baru aja pulang sekolah dan ketika tiba di rumah, dia menemukan sesuatu (tepatnya di depan pintu rumahnya). Apakah itu…? Guess what! Itu adalah selembar kertas berwarna merah jambu dan bertuliskan serangkaian kata penuh makna. Tulisannya seperti ini.

Hi, I don’t know why people call you Minoki.
Whereas, you have a nice name, Widney.
May I call you, Widney?
I often see you, maybe some day we can meet and
Have lunch in café.
From ur secret admirer

B.J.

Wow, it’s fantastic. Baru aja pindah rumah, Widney alias Minoki udah dapat penggemar rahasia. Widney, senyum-senyum membaca tulisan yang menyebutkan kalo dia mempunyai nama yang indah. Udah gitu si penulis surat ternyata diam-diam sering lihat-lihat atau lebih tepatnya lagi, curi-curi pandang sama Widney. Belum lagi tawaran untuk ketemu dan makan siang di kafe, pokoknya semua itu bikin hati Widney jadi berdetak lebih kuencang seperti genderang mau perang.
Widney jadi penasaran sama si B.J. Dia pun mulai mengorek informasi tentang sosok misterius yang diam-diam mengaguminya. Pencarian informasi dimulai dari membaca buku telpon. Disana ada banyak orang yang mempunyai nama dengan inisial B.J. Rasa penasaran yang teramat sangat membuat Widney mengambil tindakan nekat. Dia menelpon satu-persatu orang yang inisial namanya B.J. Sungguh melelahkan memang, tapi dia melakukannya dengan sepenuh hati. Malangnya lagi, dari sekian banyak nomor telpon yang ditelponnya itu, tak ada satu pun yang mengaku pernah mengiriminya surat. Semua yang dilakukan Widney hanya sia-sia, waktunya terbuang dan tagihan telpon juga ikut membengkak.
Widney mulai putus asa. Dia memilih untuk bersabar dan menunggu si B.J. sendiri yang menemuinya. But, ditengah keputusasaannya itu, suddenly dia menemui suatu titik terang. Dia bertemu dengan seorang gadis seumurannya yang kebetulan tetangga Widney juga. Gadis itu menyapa Widney dengan ramah, “Hi, I’m Christy. You are…Widney, right?”
“Yes, I am.” jawab Widney.
“Nice to meet you, Witney.” kata Christy sambil menjabat tangan Widney.
“Nice to meet you too.” sahut Widney.
Mereka berdua berbincang-bincang sejenak. Keduanya cepat sekali akrab. Christy sangat senang karena sekarang di komplek perumahannya ada anak yang juga seumuran dengannya. Tentunya temannya bisa bertambah. Ketika berbincang dengan Christy, Widney sedikit menyerempet ke masalah surat tadi. Dia mulai mengorek informasi tentang Mr. Rius, the B of the J alias B.J.
“Hmmm…..siapa ya?” Christy mulai berpikir. Dia mulai mengingat-ngingat nama-nama tetangganya. Sementara Widney, wajahnya penuh harap. Dia berdoa semoga Christy bisa membantunya.
“Oiya, aku ingat! B.J. itu pasti singkatan dari Brandon James. Dia emang anak sini. Biasanya dia suka ngumpul sama temen-temennya di ujung jalan sana.” akhirnya Christy ingat juga.
“Terus-terus, orangnya gimana?” Widney jadi semangat.
“Dia itu blasteran negro-amerika. Dia sama temen-temennya suka dandan ala rapper gitu dech. Hmm….apa lagi ya? Oiya, kayaknya itu aja dech.” kata Christy.
“Handsome?” Widney sedikit berbisik.
Christy tersenyum mendengar pertanyaan dari Widney.
****

Pulang sekolah Widney melewati jalan yang menurut kata Christy, disitu adalah tempat biasanya Mr. B.J. ngumpul with his friends. Ternyata memang benar disana ada banyak anak cowok dan semuanya pada dandan ala rapper. Walau agak sedikit gugup, tapi Widney berusaha untuk menemukan sosok B.J. Dia sedikit mencuri pandang, tapi ketika ada salah satu cowok yang melihatnya, dia langsung menundukkan pandangannya.
Disana ada banyak kumpulan cowok negro berkulit hitam (nggak item-item banget sich, coklat tua gitu dech). Widney jadi bingung, sampai akhirnya dia melewati kumpulan cowok-cowok rapper tadi. Widney sempat kesal, tapi tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya.
“Widney.”
Ketika Widney berbalik ke belakang, dia melihat sesosok pria di hadapannya. Widney terpukau.
Akhirnya B.J. muncul juga di hadapannya.
“Hi, I’m Brandon James.” said him.
“Are you B.J.?” ask Widney.
“Yeah, it’s me.”
So, bisa ditebak sendiri kan, gimana kelanjutannya.
Setelah perkenalan itu, akhirnya tepat pada tanggal 19 April 2006 terjadilan peristiwa bersejarah itu. B.J. alias Brandon, menyatakan perasaan cintanya kepada Widney. Dan pada tanggal 22 April, Widney menjawab pertanyaan Brandon dengan jawaban ya.
Widney dan Brandon pacaran sembunyi-sembunyi alias backstreet, soalnya orang tua Widney kurang setuju kalau anak gadis mereka pacaran dengan anak satu komplek.
Widney sangat menyayangi Brandon begitu juga sebaliknya. Tapi itu nggak lama. Brandon ternyata selingkuh dengan cewek lain. Ironisnya lagi, Brandon nggak mau minta maaf, karena dia merasa nggak salah. Dia bilang itu nggak benar. Sampai pada akhirnya, demi mempertahankan hubungan itu, Widney mengalah dan dia pun minta maaf atas kesalahan yang tak pernah diperbuatnya.

Dua tahun telah berlalu. Selama itu mereka masih menyembunyikan hubungan cintanya. Sebenarnya ibu Widney tahu tentang hubungan illegal itu tapi beliau diam saja. Terkadang Mrs. Stiff sedikit menyinggung hubungan keduanya. Kalau sudah begitu, Widney cuma bisa diam saja, atau dia bisa langsung pergi ke kamarnya.
Hubungan tanpa restu orang tua itu memang kurang baik dan mungkin bisa dikatakan kurang berkah. Belakangan Widney mendengar kabar kalau Brandon ternyata sedang dekat sama cewek lain, tepatnya tanggal 8 April 2008. Kejadian masa lalu sepertinya akan terulang lagi.
Buat Widney, tak ada gunanya lagi dia meminta penjelasan Brandon. Karena sudah pasti Brandon akan menyangkal semuanya. Widney pun akhirnya memutuskan untuk menemui gadis yang dikabarkan sedang dekat dengan Brandon. Tentunya tanpa sepengetahuan Brandon.
“Jadi gimana? Kamu setuju kan buat ngerjain Brandon. Kamu harus bikin dia patah hati.” Widney meminta gadis itu mengikuti rencananya untuk memberi pelajaran kepada Brandon. Awalnya gadis itu enggan, but finally dia setuju juga.
Rencana besar yang dibuat Widney itu terinspirasi dari acara-acara di televisi dan biasanya pada ending cerita, rencana ngerjain playboy seperti itu pasti berhasil. Tapi tidak begitu dengan rencana Widney.
Semuanya gagal. Gadis itu mengkhianati kepercayaan Widney. Tanggal 10 April, gadis itu menerima cinta Brandon dan ternyata gadis itu juga menyukai Brandon yang pesonanya mungkin teramat sangat.
Widney nggak tahu mesti ngapain lagi. Dia sedih banget, dia juga menyesali semuanya. Namun, disaat yang bersamaan, ketika itu Widney juga sedang dekat dengan seorang cowok, namanya Carrick. Kayak nama belakangnya pemain bola dari klub Inggris, Manchester United, yang baru aja menang Liga Inggris 2008. Cowok itu adalah temannya, pacarnya, temannya Widney (Bisa dimengerti nggak? Pasti bisa dech).
Diam-diam ternyata Carrick juga suka sama Widney. Cowok itu memang lebih baik daripada si rapper itu. 14 April 2008 menjadi hari bersejarah kedua buat Widney. Carrick bilang, kalau dia suka dan sayaaaaaaaang banget sama Widney.
Widney nggak langsung jawab. Dia masih banyak pikiran.
Keesokan harinya adalah puncak dari segala masalah yang dihadapinya. 15 April, Widney mengajak Brandon dan cewek barunya itu untuk bertemu. Widney ingin mendapatkan penjelasan dari Brandon.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika itu. Widney dan Brandon perang mulut. Keduanya sama-sama emosi. Sampai akhirnya dia (Brandon) berkata seperti ini, “Ya udah kalau gitu kita putus aja!”
Bagaikan disambar geledek disiang bolong. Widney tak sanggup berkata-kata lagi. Dia pun pulang dengan perasaan kecewa.
Widney mengurung diri di kamar. Dia menangis terisak-isak. Tapi kemudian dia berpikir, untuk apa dia menangisi cowok seperti Brandon. Dia pun teringat dengan Carrick. Dan malam itu juga, Widney menerima Carrick sebagai pacar barunya.
Awalnya Carrick memang cuma dijadikan Widney sebagai pelarian saja. Tapi akhirnya, Widney sadar kalau ternyata dia juga sayang sama Carrick. Cowok itu baik banget dan sangat pengertian, mungkin karena dia lebih dewasa daripada si rapper gadungan, Brandon.
****
Baru seminggu Widney pacaran sama Carrick, tiba-tiba Brandon menelpon Widney lagi. Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah pengen minta balikan. (Nah, Lho?!)
Tapi Widney jujur kalau dia udah punya cowok baru. Brandon pun meminta Widney untuk memperkenalkannya dengan Carrick. Widney langsung saja menyetujui permintaan Brandon. Tapi ketika hari pertemuan, Carrick sedang berhalangan hadir dan akhirnya Widney meminta temannya untuk menggantikan Carrick. Tentu saja Brandon tidak tahu kalau sebenarnya orang yang diperkenalkan Widney itu bukan Carrick.
Wajah Brandon terlihat sangat kesal. Dia sangat cemburu alias jealous. Dia juga marah karena dia tidak menyangka kalau Widney bisa melupakannya secepat itu. Padahal dia juga begitu, bahkan lebih dari itu. Lebih. Lebih banget.

Sejak saat itu, Brandon jadi lebih sering menghubungi Widney. Dia mulai cari perhatian lagi. Malam hari ketika Widney lagi asik mendengarkan radio, suddenly ada penelpon di radio yang me-request¬ sebuah lagu. Suara penelpon itu terdengar tidak asing buat Widney. Dia pun mendengarkan dengan seksama.
“Hallo, I’m B.J.” kata si penelpon.
“Ya, B.J. mau minta lagu apa ni?” tanya penyiar radio.
“Minta lagu lamanya N’Sync yang judulnya This I Promise You. Spesial buat cewek yang paling istimewa di hati aku. Widney. Aku janji nggak akan nyakitin kamu lagi. I promise.”
“Ok B.J. semoga Widney denger ya.”
Widney kaget banget namanya disebutin. Dan lagu yang diminta Brandon pun diputarkan.
When the visions around you,
Bring tears to your eyes
And all that surround you,
Are secrets and lies
I'll be your strength,
I'll give you hope,
Keeping your faith when it's gone
The one you should call,
Was standing here all along..

And I will take
You in my arms
And hold you right where you belong
Till the day my life is through
This I promise you
This I promise you

I've loved you forever,
In lifetimes before
And I promise you never...
Will you hurt anymore
I give you my word
I give you my heart (give you my heart)
This is a battle we've won
And with this vow,
Forever has now begun...

Just close your eyes (close your eyes)
Each loving day (each loving day)
I know this feeling
won't go away (no..)
Till the day my life is through
This I promise you..
This I promise you..
. . . . . .

Widney tak sanggup mendengarkan lagu itu sampai habis. Dia pun mengganti salauran radionya. Tapi, lagi-lagi dia mendengar lagu yang sama. Widney jadi tambah kesal dan digantinya lagi saluran radio. Kali ini memang tidak ada lagu itu, tapi ada suara Brandon yang menelpon di radio dan meminta lagu yang sama diputarkan.
Widney jadi tambah kesal. Terus dimatiin dech tu radio. Dia jadi teringat dengan sebuah lagu yang mewakili perasaannya saat itu. Kemudian bernyanyilah dia, (sebenarnya Widney nggak nyanyi, dia cuma lip-sync)
I gotta change that station that I have
cuz all I hear is you it just keeps reminding me
of all the things we used to do
And I know that I should turn off the radio
But its the only place I hear your voice anymore

(it's ridiculous)
Its been months since I spoken to you
(you aint keep in touch)
Dont know why it came to this(noooo)
(but enough is enough)
No more walking wit my head down
I dont wanna be a fool
Cryin over you

If ur so sick of love songs so tired of tears
You say you love me why aint you here
I’m so sick of your love songs so sad n slow
But I just cant turn off the radio
. . . . . .
(So Sick Female by Lil’ Bit)


Brandon masih belum menyerah juga. Gagal dengan trik minta maaf lewat lagu di radio, sekarang dia mencoba cara baru, yakni dengan puisi. Yah, cewek pasti suka banget kalo dibuatin puisi, begitu pikirnya. Dengan penuh rasa percaya diri, Brandon menekan nomor handphone Widney dari ponselnya.
“Hallo, Widney aku…” belum selesai Brandon ngomong, Widney langsung nyamber aja.
“Mau apa lagi sich kamu? Kan aku udah bilang kalo aku udah punya cowok?!”
“Iya tahu. Dengerin dulu, aku buatin puisi buat kamu. Please…listen me!” suara Brandon sedikit memelas. Widney pun tak tega dan memberinya kesempatan untuk membacakan puisi untuknya. Begini kiranya bunyi puisi tersebut.
Widney, I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone

“Stop-stop, kayaknya aku pernah dengar kata-kata kayak begitu dech?!”
“Masa sich?! Oh, mungkin sebelumnya kamu udah mimpiin kejadian ini.”
“Nggak mungkin, tahu!” Widney jadi kesal.
“Ok, aku lanjutin ya!”
When you walk away
I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
…..
“STOOOOOOOOOOOOPP….Itu kan lagunya Avril Lavigne?! Puisi apaan coba?! Emangnya aku stupid girl? Kamu lupa ya, kalo aku ngefans sama Avril?!” kata Widney.
“What? Jadi Avril Lavigne udah pake puisi aku buat lirik lagunya? Oh my God?! Unbelieveable! Aku harus minta royalty donk.” udah ketahuan ngarang, Brandon masih aja ngebohong.
“Are you crazy? Yang ada juga kamu yang nyontek liriknya Avril.”
“Oke, iya aku emang ngambil puisi ini dari lirik lagu, tapi aku nggak tahu kalo ini lagunya Avril. Aku nggak tahu harus gimana lagi, I’m so confuse. Aku cuma pengen kita balikan lagi. Aku janji nggak akan nyakitin kamu lagi. I promise.” kata Brandon sambil menitikkan crocodile tears.
“……..”
“Widney, I never felt true love until I was with u and I never felt true sadness until u left me.”
“Bullshit!”
Tut tut tut tut….
Widney langsung mematikan ponselnya.

Widney cerita tentang semua kejadian yang dialaminya dengan Carrick. Dia bisa melihat raut wajah Carrick sedikit cemburu mendengar cerita Widney yang mengatakan bahwa belakangan ini Brandon lagi berusaha mendekati Widney lagi.
“Yah, terserah kamu aja. Segala keputusan ada di tangan kamu.” Kata Carrick pasrah.
Tapi Widney nggak mau lagi masuk ke lubang yang sama. Dia nggak mau masuk ke jurang yang sama, ke sumur yang sama, dan ke kolam yang sama (penulis kehabisan kata-kata alias speechless).
Pada akhirnya Widney pun lebih memilih Carrick. Kini, hidup Widney jadi lebih bahagia. Carrick sangat mengerti Widney dan dia tidak pernah menyakiti Widney. Widney sangat bersyukur karena akhirnya dia telah menemukan sosok seseorang yang selama ini sudah lama dicarinya.
****
Malam itu seperti yang sudah direncanakan, Widney diajak Carrick makan malam pake lilin alias candle light dinner. Suasananya romantis banget, ada iring-iringan musik klasik dari gesekan biola dan petikkan harpa. Ckckckckckck….pokoknya so sweet banget-banget dah. Dan pada malam itu, Carrick menanyakan hal yang sama sekali tak terduga oleh Widney. Dia berkata,…
“Widney, will u marry me?”

THE END

No comments:

Post a Comment