Sunday, 6 March 2011
ASEM MANISNYA CINTA PERTAMA
Kisah ini adalah kisah nyata yang bener-bener dialami oleh temen saya sendiri (temen dari kecil gitu dech!). Tapi mohon maaf, nama tokoh-tokohnya sedikit disamarkan (sedikit aja koq). Ini atas permintaan langsung dari orang yang terlibat dalam cerita ini.
Opi dan Aaron. Kedua nama ini tentunya sudah tidak asing lagi kita dengar di dunia blantika musik (Opi Andaresta dan Aaron Carter). Tapi ini bukan cerita tentang mereka lho! Yah, kebetulan aja namanya sama (gak apapa khan kalo namanya sedikit nyontek nama seleb?! Ya..biar kerenan dikit!). Ya udah dech, langsung ke ceritanya aja ya!
Temenku yang satu ini selalu bergaya seperti cowok padahal dia itu cewek tulen. Dari SD sampe SMP model rambutnya gak pernah berubah. Pendeeeek mulu (cape dech! gak ada trend rambut baru kali ya?!). Tapi sejak dia resmi jadi anak SMA, dia berubah! Dia mulai sadar atas kekeliruannya dimasa lalu. Dia berubah jadi cewek (secara dia emang cewek)! Dia mulai manjangin rambutnya (rambut di atas kepalanya ya!). Oiya ampe lupa, temen aku itu namanya Opi (nama samaran). Jadi, singkat cerita, si Opi telah berEvolusi menjadi seorang gadis manis dengan rambutnya yang sekarang sudah normal lagi. Opi pun siap untuk bertemu dengan pangeran kodoknya eh maksudnya pangeran impiannya.
Ternyata dugaan ku selama ini gak salah. Si Opi udah mulai ngerasain yang namanya Fallin’ in Love. Jadi gini ceritanya. Awal pertama kita jadi anak SMA, tentunya dan gak salah lagi dan tidak perlu diragukan lagi, kita pasti bakal ketemu temen baru dari berbagai penjuru di seluruh nusantara (gak segitunya sich, cuma ketemu sama anak-anak dari beberapa SMP di kota tempat tinggal kita). Nah, ada satu orang cowok yang sebelumnya udah aku ramalkan bakalan ditaksir sama Opi. Namanya Aaron (sekali lagi, itu hanya nama samaran! Inget ya, HANYA NAMA SAMARAN, karena gak mungkin namanya se-keren itu). Kenapa aku tahu Opi bakalan naksir Aaron…? Soalnya Aaron itu bener-bener tipe cowoknya Opi, kurus, tinggi, putih kulitnya, dan memiliki ketampanan yang lumayanlah gak ancur-ancur banget. Kalo diibaratkan dengan artis, kayak…..kayak sapa ya? Oiya, gak mirip artis manapun!
Awalnya Opi dan Aaron sering banget berantem (bukan berantem pukul-pukulan gitu). Mereka sering ngeledekin satu sama lain. Ya…ngeledekin kekurangan masing-masing (dalam kisah ini, tidak akan dibahas tentang kekurangan mereka, karena itu aib. Lagi pula, saya sendiri juga kurang tahu apa kekurangan mereka (tapi bo’ong). Biarlah itu menjadi rahasia mereka dan Tuhan tentunya). Mungkin karena setiap hari mereka bertemu dan saling berinteraksi dan juga sering berlempar-lemparan ejekan, maka tumbuhlah rasa cinta diantara mereka berdua (ooh…so sweet! manis banget!). Tapi keduanya masih gengsi-gengsian gitu buat menyataken (menyatakan) proklamasi eh maksudnya menyatakan perasaan mereka gitu.
Sebuah kejadian unik terjadi saat Opi berulang tahun yang ke-16. Aaron tiba-tiba ngasih Opi kado. Sebuah boneka beruang terbungkus dalam kertas kado yang kalo gak salah gambarnya bunga mawar gitu (kalo gak salah lho! Klo gak salah berarti bener dunk). Opi seneng banget. Dia langsung laporan ke semua orang (gak semua juga sich) termasuk sama akyu. Opi menceritakan kejadian itu dengan menggebu-gebu dan tersenyum malu juga terlihat bahagiaaaaa banget. Yup, sedikit lagi usaha peri cinta bakalan berhasil buat menyatukan mereka.
Kemudian, tepat pada tanggal 11 Mei 2006, terjadi peristiwa yang amat sangat bersejarah. Peristiwa apakah itu? Hayo, tebak! Apa coba? Kesebelasan bola di Indonesia berhasil menjadi salah satu peserta world cup (Amien, mudah-mudahan bisa kejadian kayak gitu ya!)? atau Indonesia jadi tuan rumah pertandingan balapan moto GP? (It’s impossible!) atau ada salju di dalam kulkas anda? Hahahahahahaha yang jelas bukan itu peristiwa sejarahnya. Jadi pada tanggal 11 Mei itu, Mas Aaron (Si Aaron itu Jawa tulen, makanya namanya “bule” banget) menyatakan cinta kepada Opi. Setting tempatnya di luar kelas yang pernah menduduki urutan ketiga dari belakang, kategori kelas bersih dari 13 kelas yang ada (dengan kata lain, kelas kita jadi juara 11 dalam ajang kebersihan kelas). Terus, penembakannya juga di akhiri dengan instrument musik dari Melly Goeslow dan Anto Hoed yang kompak ngebawain hits single terbaru mereka (saat itu) berjudul I’m Falling in Love (kejadian itu terjadi setelah mereka udah resmi jadi pasangan bahagia. Saat melangkah masuk ke kelas, mereka di sambut dengan lagu yang dibawakan oleh Melly dan suami). Sudah bisa diduga, saat itu Opi menjawab “Ya”. Peristiwa itu juga disaksikan oleh senior kita (kakak kelas kita) yang lagi duduk didepan kelasnya yang berada di bawah (kelas kita ada di atas, tepat berseberangan dengan kelas senior kita itu). Kebetulan senior kita yang katanya mirip Harry Potter (kacamatanya aja sich) itu, dulunya pernah diidolakan oleh Opi (itu idolanya sejak SMP lho). Tapi itu dulu, sekarang bagi Opi, hanya ada satu idolanya yaitu Mas Aaron.
Akhirnya mereka berdua pacaran. Misi peri cinta berhasil. Panah dari cupid ternyata tepat pada sasaran. Sayangnya waktu itu mereka tidak sempat berbagi kebahagiaan dengan yang lain (sebenernya bukan tidak sempat, tapi emang sengaja gak mau berbagi kebahagiaan dengan mentraktir temen-temen sekelas termasuk saya!). Yah mungkin itu jugalah salah satu faktor yang menyebabkan hubungan mereka berakhir di tengah gang (kalo di tengah jalan udah biasa khan). Mereka kurang mensyukuri nikmat Tuhan. Yah, ini bisa dijadikan pelajaran juga buat orang-orang yang baru jadian, supaya mau berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Salah satu caranya dengan ngajak temen-temen makan gratis (traktir temen gitu) atau bagi-bagi duit, atau bagi-bagi souvenir, atau beliin temen coklat, boneka, handphone, mobil rumah dan sebagainya (hahahahahahaha kalo gitu sich mending backstreet aja kali?!).
Setelah dua bulan dua minggu, jadi sekitar tanggal 28 Juli 2006, mereka bubaran. Menurut pengakuan Opi, Si Aaron itu kurang perhatian (jadi jablay dech si Opi). Ya sich, Aaron emang tipe cowok pemalu (lebih tepatnya gengsian dan jaim abis). Kata Opi, Aaron itu cuma berani mengumbar kata cinta lewat SMS. Sedangkan kalo di sekolah, perhatiannya ke Opi biasa-biasa aja, kayak nggak da hubungan apa-apa gitu. Cewek mana juga yang gak kesel diperlakukan seperti itu. Jelas aja Opi mulai bosan dan jenuh kayak lirik lagu yang satu ini nich.
Maaf ku jenuh padamu
Lama sudah ku pendam
Tertahan di bibir ku
Mau ku tak menyakiti
Meski begitu indah
Ku masih tetap saja
Jenuhhhhhhh……
Aaron begitu terpukul mendengar keputusan Opi (serasa disiksa sama senior di IPDN). Perasaan sedih, kesal, kecewa dan lain-lain, bercampur aduk seperti nasi uduk. Sebagai laki-laki, Aaron pun menerima keputusan Opi dengan tegar (kayak lagunya Rossa aja). Dia berusaha kuat menghadapi cobaan itu. Aaron berusaha mencoba untuk tidak menangis semalam seperti lagunya Audy, tapi ada sedikit bocoran nich. Menurut selentingan kabar, Si Aaron itu curhat ke temennya ampe nangis. Dia sedih diputusin sama Opi. Tapi itu cuma selentingan kabar, kebenarannya tidak perlu diragukan lagi, opss! maksudnya kebenarannya perlu diragukan. Sayang sekali ya, padahal sebelum putusan, mereka sempet duduk berdua di dalam bis (ironis banget ya?! Masa pacaran di dalam bis, kenapa gak di mikrolet aja. Eh tapi masih untung kali, dari pada di TPA-tempat pembuangan akhir). Waktu itu kita lagi liburan kenaikan kelas. Jadi kita semua ngadain wisata ke pantai gitu. Nah, Opi sama Aaron duduk berdua di bis, tahu dech apa yang mereka omongin saat itu?! Tapi kalo boleh nebak-nebak sich, mungkin saat itu mereka lagi ngomongin soal jumlah anak mereka nanti. Yah, kemungkinan mereka mau buat kesebelasan gitu. Hahahahahaha tapi itu hanya kemungkinan saja kok. Sayang sekali ya, Indonesia jadi gagal mendapatkan pemain-pemain bola terbaik dari Opi dan Aaron gara-gara hubungan mereka berakhir di bulan Juli.
Sejak putusan, mereka masih sering SMS-an. Yah, kadang-kadang pake kata-kata sayang gitu walaupun tanpa status pacaran. Mereka berdua udah saling mengakui kalo sebenernya mereka masih saling cinta, tapi kata Aaron, sekarang ini, dia lagi gak mau pacaran dulu. Katanya sich mau konsentrasi sama OSISnya dulu. Aaron pernah ngomong ke Opi, kalo dia mau pacaran lagi setelah duduk di kelas 3 SMA nanti. Tapi apakah Opi sanggup menunggu Aaron??? Sampai hatikah Aaron membiarkan opi menunggunya selama kurang lebih satu tahun??? Akankah mereka bersatu di kelas 3 nanti?? Biarlah waktu yang menjawabnya nanti.
Saat ku didekatmu terlintas tanya dalam anganku
Benarkah di benakmu hanyalah diriku yang bertahta
Akankah ini slamanya……
Saat jauh darimu bisik hati kecilku bertanya
Benarkah yang kau rasa hanyalah diriku yang kau puja
Akankah ini slamanya…ataukah hanya semata….
Dinnischya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment