Myspace Graphics, MySpace Glitter Graphics, MySpace Glitters, MySpace Goodies, Myspace Codes at www.MyGlitterSpace.com

Sunday, 6 March 2011

Cinta Abstrak

This is a true story about love. Ngomongin “cinta” memang gak akan pernah ada habisnya. Setiap orang pernah mengalami yang namanya “cinta” dan setiap pengalaman cinta itu punya kisah-kisah berbeda yang sangat menarik. Seperti cerita yang satu ini. Kisah cinta yang dialami dua insan manusia yang terpaut usia yang cukup jauh dan kurang jelas juga, arah dan tujuannya.



Katya (nama samaran) berusia 17 dan masih berstatus sebagai pelajar disalah satu sekolah menengah atas negeri di kota tempat tinggalnya. Selayaknya seorang anak gadis yang telah memasuki usia remaja, Katya mulai merasakan sesuatu yang gimanaaaaa…….gitu. Diusianya yang masih belasan dulu (maksudnya di bawah 17 thn), Katya pernah mengalami beraneka ragam kisah cinta yang ujung-ujungnya terpaksa kandas di tengah jalan. Bahagia, riang, gembira, sepi, kecewa, dan kesedihan karena cinta, sudah dia pernah dia rasakan.

T’lah ku temui banyak cinta.
Dihati ini datang dan pergi.
Selimuti kisahku yang biru,
mendalam di hati……..
Karena cinta aku jadi sepi…
Karena cinta aku jadi riang…
Karena cinta aku jadi pilu…
Karena cinta kini sendiri…
Karena cinta pelangiku hilang…
Karena cinta matahari pergi…
Namun ku yakin dalam hatiku,
Cintaku tak boleh membunuhku.
(Karena Cinta by Laudya C. Bella)
Namun, perjalan cintanya yang sesungguhnya baru akan dimulai pada awal tahun 2007 ini.
Pada waktu itu, tepat tanggal 31 Desember 2006, Katya dan teman-temannya berencana untuk merayakan pergantian tahun bersama-sama.
Malamnya, mereka pergi keluar tanpa arah (maklumlah, anak muda, rencananya belum mateng), sebentar-sebentar kesini, sebentar-sebentar kesana. Sampai pada akhir, ketika waktu hampir menunjukkan pukul 00.00, hujan rintik gerimis turun membasahi belahan bumi tempat Katya dan teman-temannya berpijak. Terpaksa mereka berteduh di rumah salah satu teman Katya yang bernama Lizzy (panggilannya Liz! Ingat, just Liz! Jangan diucapkan 2 kali, soalnya ntar berubah menjadi Liliz). Kebetulan di rumah Lizzy juga sedang ada hajatan menyambut tahun baru. Beberapa keluarganya berkumpul di rumah Lizzy. Mulai dari kakek nenek om tante paman bibi keponakan sepupu cicit dan seterusnya (sebenarnya gak sebanyak itu, yah supaya kelihatan lebih berbobot aja gitu. Gpp kan sedikit dilebih-lebihkan).
Lumayan lama juga, Katya cs mengungsi di rumah Lizzy. Ketika itu mereka duduk di teras depan rumah sambil menikmati sate ayam. Abis makan mereka main gitar, nyanyi gak jelas gitu dech. Suddenly, atau tiba-tiba Katya menangkap sesosok makhluk ajaib. Kenapa dikatakan ajaib? Soalnya Katya nggak pernah nyangka bisa ketemu sama makhluk yang sebelumnya pernah dia lihat fotonya di handphonenya Lizzy. Sesosok makhluk berjenis kelamin jantan yang so cute banget di mata Katya. Namanya Awan, wajahnya cukup rupawan, senyumnya menawan, orangnya dermawan, dan kulitnya tak seputih awan.
Singkat kata, mereka kenalan dech. Katya malu-malu gitu (malu tapi mau banget!!!!). Pas jabatan tangan, kedua tangan mereka menyatu , dan mereka pun beradu pandang. Senyuman terpancar dari wajah keduanya. Sepertinya ada aliran listrik illegal yang sama-sama dirasakan keduanya pada saat itu.

Terpesona…ku pada pandangan pertama
Dan tak kuasa menahan rinduku
Senyumanmu slalu menghiasi mimpiku
Ingin ku peluk dan ku kecup keningmu….
(Terpesona by Audy ft. Glenn Freddly)


Sejak kejadian atau lebih tepatnya lagi sejak pertemuan di malam tahun baru itu, Katya dan Awan mulai dekat. Melalui Lizzy, Awan mulai bertanya tentang perihal Katya. Nampaknya, Awan juga merasakan apa yang dirakan Katya. Pertanyaannya, apakah yang dirasakan Katya itu? Apakah itu cinta? Atau hanya sebatas rasa kagum?

Ku akui tubuhku melunglai
Sempat ku memuji dalam hatiku
Jangan pikir aku kan mencinta
Ku hanya kagumi
Hanya memuji
(Hanya Memuji by Shanty ft. Marcel)


Awan yang pada saat itu masih berstatus mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi di luar kota, terpaksa meninggalkan kota tempat tinggalnya yang kebetulan kota tempat tinggalnya Katya juga. Semua itu dia lakukan supaya bisa cepat lulus dari perguruan tinggi, terus kerja, nach setelah itu, barulah menikah.
Jarak dan perbedaan waktu selama 1 jam tidak menjadi kendala bagi mereka untuk saling menjalin hubungan yang pada saat itu masih belum jelas. Untungnya dizaman sekarang ini sudah banyak telepon genggam atau handphone yang terbilang canggih sehingga mereka bisa sms, mms, dan minum es kalau haus.
Di mata Katya, Awan adalah sesosok lelaki dewasa yang bertanggung jawab. Usia mereka yang berbeda 7 tahun memang terkadang menjadi kendala. Dimana, Awan selalu berpikir lebih dewasa daripada Katya yang masih terbilang belum cukup gede (belum tua maksudnya).
Berkali-kali Awan mengumbar rayuan pulau kelapanya kepada Katya. Secara tidak langsung, Awan ingin melamar Katya di kemudian hari. Tapi, sampai kata-kata ajaib itu dikirimnya lewat short message atau sms, hubungan mereka masih belum jelas. Ckckckckckckckck….cape dech!!!!

Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan
Hingga mungkin ku tak sanggup lagi
Dan meninggalkan dirimu…
(Gantung by Melly Goeslow)

Teman-teman Katya mulai meragukan keseriusan Awan (emangnya Awan serius?!). Mereka pun bertanya secara langsung (kalo gak salah sich, cumin sms doank) kepada si Awan tanpa sepengetahuan Katya. Ketika ditanya apakah Awan serius mencintai Katya, awan pun menjawab bahwa dirinya hanya menganggap Katya sebagai ade.

Lelaki buaya darat
Busyet! Aku tertipu lagi
Mulutnya manis sekali
Tapi hati bagai serigala…
(Lelaki Buaya Darat by Ratu)


Bagai tersambar petir di musim kemarau, Katya sangat shock ketika mengetahui hal tsb. Padahal di sudah berharap lebih, akan tetapi…

Hilang semua janji
Semua mimpi-mimpi indah
Hancur hati ini melihat semua ini
Lenyap telah lenyap
Kebahagiaan di hati
(Hilang - OST. Cinderella)


Semuanya telah terjadi, Katya sempat merasakan masa-masa down. Tapi dia bangkit lagi. Dia mulai belajar dari pengalaman. Hubungan dengan Awan masih belum terputus, namun kini dia mulai belajar untuk tidak berharap lebih. Dijalaninya hubungan itu selayaknya kakak beradik yang saling menyayangi. Tapi, yang namanya cowok, ya tetep cowok, sekali gombal ya tetep gombal. Puih, cape dech! But, tenang aja, sekarang Katya gak gampang terpengaruh kok. Mungkin Katya punya prinsip gini, biarkan semunnya mengalir seperti air Semua keputusan berada di tangan Yang Kuasa. Jika dia memang jodohku maka tak ada jurang pemisah di antara kita.

****

Ceritanya belum selesai nie. Pada dasarnya, Awan itu orangnya baik, sholeh lagi. Mungkin itu yang membuat Katya jadi simpati sama dia. Mungkin Awan hanya menganggap Katya sebagai adik itu lebih dikarenakan dia tidak ingin mengganggu konsentrasi belajarnya Katya. Seperti yang tersebut di atas tadi, Awan memang lebih berpikiran dewasa. Lagi pula saat itu, Awan sedang mempersiapkan skrpsi terakhirnya. Sehingga bagi dia nggak ada waktu untuk menjalin suatu relationship, apalagi kalau mesti long distance.
Sekarang rasa yang dulu pernah hilang itu sepertinya kembali lagi. Diam-diam tanpa sepengetahuan teman-teman Katya, hubungan abstrak itu ternyata masih terjalin. Cinta abstrak yang mulai nampak, perlahan tapi pasti.

Rasa cinta yang dulu tlah hilang
Kini bersemi kembali
Tlah kau coba lupakan dirinya
Hapus cerita lalu
Dan lihatlah
dirimu bagai bunga dimusim semi
Yang tersenyum
Menatap indahnya dunia
Dan seiring menyambut
Jawaban sgala gundahku
(Masih by Adaband)


Kini Katya bisa tersenyum lagi. Walaupun cintanya masih abstrak (secara emang si Katya-nya yang gak mau pacaran) tapi dia tetap merasa senang. Setidaknya, dia tidak merasa sepi. Lagipula, kuliah Awan sudah selesai. Sekarang mereka sudah tinggal di kota yang sama so, gak ada jarak lagi dech. Awan juga udah punya pekerjaan tetap, dan Katya, beberapa bulan lagi, dia akan mengikuti ujian akhir nasional. Mungkin setelah lulus SMA, Awan langsung mengajukan lamaran. Hehehehehehe….ya, terserah merekalah. Mau langsung “ehm” boleh, enggak juga ga papa. Whateva’
Semoga cinta mereka yang bukan cinta biasa itu bisa berakhir dengan bahagia.


By. ND Chocote’z

No comments:

Post a Comment